Rabu, 05 Juni 2013

Penawaran

Diposting oleh Unknown di 07.03 0 komentar

 Penawaran

 

Pengertian Penawaran

Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu.

Hukum penawaran 

menyatakan semkain tinggi harga suatu barang semakin banyak jumlah barang yang dibutuhkan, semakin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran juga bersifat ceteris paribus. Hal ini menunjukkan hu
bungan yang positif antara harga barang atua jasa dengan kuantitas yang ditawarkan.
Perhatikan tabel berikut ini 
NO Harga ( P ) Jumlah ( Q )
1 2000 180
2 1800 160
3 1600 140
4 1400 120
5 1200 100
Dari tabel di samping menyatakan bahwa pada tingakt harga yang tinggi jumlah barang atau jasa yang ditawarkan banyak, kemudian harga turun secara perlahan mengakibatkan jumlah penawaran akan semakin menurun pula. Begitu juga kurva penawaran yang berbentuk garis dari kiri bawah ke kanan atas atau berslope positif. Yang menunjukkan bahwa apabila terjadi penurunan harga, maka akan disertai dengan penurunan jumlah penawaran terhadap barang dan jasa

Pergeseran Kurva Penawaran

Jika terjadi perubahan harga pada factor-faktor yang mempengaruhi penawaran selain harga, maka akan mengakibatkan kurva penawaran akan bergeser. Bahwa setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah penawaran pada tingkat harga tertentu, maka akan menggeser kurva penawaran ke kanan begitu juga apabila setiap perubahan yang menunjukkan jumlah penawaran pada tingkat harga tertentu, maka akan menggeser kurva penawaran ke kiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran
a. Perubahan biaya produksi.
b. Teknologi yangdigunakan.
c. Harapan mendapatkan laba.
d. Harapan masa yang akan datang.

Fungsi Penawaran

Secara umum fungsi penawaran ditulis sebagai berikut
Untuk menentukan persamaan fungsi penawaran melalui dua titik A Q1, Q2 dan B Q2, P2 dengan rumus :
Contoh :
Pada saat harga Rp. 700,00 jumlah abrang yang ditawarkan 30 unit kemudian harga naik menjadi Rp. 1.000,00 jumlah barang yang ditawarkan sebanyak 50 unit, bagaimana fungsi penawarannya ?
Jawab :
P – 700 = 15 Q – 30
P – 700 = 15 Q – 450
P = 15Q + 700 – 450
P = 15 Q + 250
P-700 = Q – 30

Permintaan

Diposting oleh Unknown di 06.55 0 komentar


Permintaan

Pengertian Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang/jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalma jangka waktu tertentu dengan menganggap factor yang mempengaruhinya konstan/tetap (ceteris paribus)

Hukum Permintaan

Hukum permintaan menyatakan bahwa harga sebuah barang meningkat, kuantitas (jumlah) uang diminta akan turun, sebaliknya jumlah (kuantitas) barang yang diminta naik. Jika harga sebuah barang mengalami penurunan. Dalam hal ini kuantitas yang diminta berhubungan negative dengan harga barang. Hokum yang berlaku dalam ilmu ekonomi tidaklah berlaku mutlak tetapi bersifat ceteris paribus.
Factor penyebab tidak berlakunya hokum permintaan
a. Permintaan barang-barang bernilai prestise
b. Harapan harga suatu barang akan berubah
c. Hubungan kuantitas harga
d. Barang inferior

 Kurva Permintaan

Skedul permintaan adlaha sebuah table yang memperlihatkan hubungan antara harga barang dan kuantitas yang diminta, sedangkan kurva permintaan adlaha grafik yang memuat hubungan antara harga sebuah barang dan kuantaitas yang diminta.
Perhatikan contoh berikut ini !
No Harga ( P ) Jumlah ( Q )
1 2000 100
2 1800 120
3 1600 140
4 1400 160
5 1200 180
Dari tabel di atas dapat dikethaui bahwa tingkat harga yang tinggi jumlah barnag yang diminta sedikit kemudian harga diturunkan secara perlahan-lahan mengakibatkan jumlah permintaan semakin bertambah.

Pergeseran Kurva Permintaan

Jika terjadi perubahan pada factor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga, maka akan mengakibatkan kurva permintaan bergeser bahwa setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah permintaan pada tingkat harga tertentu, maka akan menggeserkan kurva permintaan ke kanan, begitu pula apabila setiap perubahan yang menurunkan jumlah permintaan pada tingkat harga tertentu, maka akan menggeserkan kurva permintaan ke kiri.

Bentuk umum fungsi permintaan adalah sebagai berikut dimana :

Q = jumlah barang yang diminta
a = konstanta
b = koefisien pengaruh atau slope
p = harga
Untuk fungsi persamaan linier juga menggunakan rumus :
Contoh :
Pada saat harga RP. 2.000,00 jumlah permintaan sebesar 800 unit, kemudian pada saat harga naik Rp. 3.000,00 jumlah permintaan 600 unit, tentukan fungsi permintaannya !
Jawab :
Q = a – bp
800 = a – 2.000b
600 = a – 3.000b
200 = – 1.000b
b = 5 – masukan persamaan 1
800 = a – 200 (5)
800 = a – 10.000
a = 10.800
fungsi a =  Q = a – bp  Q = 10.800 – 5p

Faktor-Faktor Produksi part 2

Diposting oleh Unknown di 06.15 0 komentar






 c.

 Faktor-Faktor Produksi


Sumberdaya Modal



Modal menurut pengertian ekonomi adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Misalkan orang membuat jala untuk mencari ikan. Dalam hal ini jala merupakan barang modal, karena jala merupakan hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lain (ikan). Di dalam proses produksi, modal dapat berupa peralatan-peralatan dan bahan-bahan.

Modal dapat dibedakan menurut:

1)
Kegunaan dalam proses produksi.

a)
Modal tetap adalah barang-barang modal yang dapat digunakan berkali-kali dalam proses produksi.
Contoh: gedung, mesin-mesin pabrik.

b)
Modal lancar adalah barang-barang modal yang habis sekali pakai dalam proses produksi.
Contoh: bahan baku, bahan pembantu.
2)
Bentuk Modal

a)
Modal konkret (nyata) adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi.
Contoh: mesin, bahan baku, gedung pabrik.

b)
Modal abstrak (tidak nyata) adalah modal yang tidak dapat dilihat tetapi mempunyai nilai dalam perusahaan.
Contoh: nama baik perusahaan dan merek produk.

d.
Sumberdaya Pengusaha

Sumberdaya ini disebut juga kewirausahaan. Pengusaha berperan mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor produksi dalam rangka meningkatkan kegunaan barang atau jasa secara efektif dan efisien.

Pengusaha berkaitan dengan managemen. Sebagai pemicu proses produksi, pengusaha perlu memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. Untuk mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor produksi, pengusaha harus mempunyai kemampuan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan usaha.


Faktor-Faktor Produksi part 1

Diposting oleh Unknown di 06.07 0 komentar

Faktor-Faktor Produksi




Kegiatan produksi tentunya memerlukan unsur-unsur yang dapat digunakan dalam proses produksi yang disebut faktor produksi. Faktor produksi yang bisa digunakan dalam proses produksi terdiri atas sumberdaya alam, tenaga kerja mansuia, modal dan kewirausahaan.

a.
Sumberdaya Alam



Sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Sumberdaya alam di sini meliputi segala sesuatu yang ada di dalam bumi, seperti:
- Tanah, tumbuhan, hewan.
- Udara, sinar matahari, hujan.
- Bahan tambang, dan lain sebagainya.

Faktor produksi sumberdaya alam merupakan faktor produksi asli karena telah tersedia di alam langsung.

Coba Anda lihat di sekitar lingkungan tempat tinggalmu, faktor-faktor produksi sumberdaya alam apa saja yang ada, dan dapat digunakan untuk produksi apa!

b.
Sumberdaya Manusia (Tenaga Kerja Manusia)



Tenaga kerja manusia adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun faedah suatu barang.

Tenaga kerja manusia dapat diklasifikasikan menurut tingkatannya (kualitasnya) yang terbagi atas:

a).
Tenaga kerja terdidik (skilled labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non formal.
Contoh: guru, dokter, pengacara, akuntan, psikologi, peneliti.
b). 
Tenaga kerja terlatih (trained labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan pengalaman.
Contoh: montir, tukang kayu, tukang ukir, sopir, teknisi.
c)
Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih (unskilled and untrained labour), adalah tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan jasmani daripada rohani.
Contoh: tenaga kuli pikul, tukang sapu, pemulung, buruh tani.

Sabtu, 01 Juni 2013

Produksi

Diposting oleh Unknown di 07.35 0 komentar
Produksi
 


1. Pengertian Produksi

> Produksi adalah kegiatan menambah faedah (kegunaan) suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan

> Produksi barang adalah kegiatan menambah faedah (kegunaan) suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya, dinamakan produksi barang.

> Produksi jasa adalah kegiatan menambah faedah (kegunaan) suatu benda tanpa mengubah bentuknya







a. Produksi Barang

> Produksi barang dibedakan menjadi :
1. Barang Konsumsi
    Barang Konsumsi adalah barang yang siap untuk dikonsumsi
2. Barang Modal
    Barang Modal adalah barang yang dipergunakan untuk menghasilkan barang berikutnya

b. Produksi Jasa

> Produksi jasa dibedakan menjadi :
1. Jasa yang langsung dapat memenuhi kebutuhan. Contoh : Film, Perawatan dokter, pengajaran dari seorang guru, atau pergelaran musik, dll.
2. Jasa yang tidak secara langsung memenuhi kebutuhan. Contoh : pengangkutan, pergudangan, perbankan, dll.

2. Tujuan Kegiatan Produksi

> Tujuan kegiatan produksi secara umum adalah memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran

> Bagi pihak produsen, tujuan produksi adalah untuk meningkatkan keuntungan serta menjaga kesinambungan perusahaan

> Bagi pihak konsumen atau masyarakat, tujuan produksi adalah untuk menyediakan berbagai benda pemuas kebutuhan

Hukum Gossen I dan II

Diposting oleh Unknown di 07.29 6 komentar
 Hukum Gossen I dan II



A.  Hukum Gossen I (Herman Heinrich Gossen)

Hukum Gossen I : "Jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai batas jenuh

Nilai guna total meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi, namun tambahan nilai guna marjinal semakin menurun.kadang-kadang Hukum Gossen I disebut juga hukum nilai guna marjinal yang semakin menurun

B. Hukum Gossen II (Herman Heinrich Gossen)

 Hukum Gossen II : "Konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marjinal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama

Setelah unit terakhir dari setiap barang yang dikonsumsi mempunyai nilai yang sama, konsumen menghentikan konsumsinya.Kepuasan maksimum yang akan dicapai konsumen secara matematis dapat ditunjukkan dengan persamaan :


 Rumus kepuasan mengonsumsi 2 macam barang dengan harga yang berbeda :

Teori Perilaku Konsumen

Diposting oleh Unknown di 07.21 0 komentar

  Teori Perilaku Konsumen



Utilitas (Utility) adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang, atau dengan kata lain, utilitas adalah ukuran kepuasan yang diterima dari penggunaan atau konsumsi barang dan jasa.Utilitas adalah kata lain dari kepuasan, sering disebut pula sebagai nilai guna.

1. Pendekatan Kardinal (Marginal Utility)

Pendekatan Kardinal adalah tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur/dikuantifikasi dengan satuan tertentu, seperti uang, jumlah, atau buah.

Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi, semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen.
Nilai Guna Total adalah kepuasan total yang dinikmati oleh konsumen dalam mengkonsumsi sejumlah barang/jasa tertentu secara keseluruhan

Nilai Guna Marjinal atau Kepuasan Marjinal adalah tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang dikonsumsinya

2. Pendekatan Ordinal

Pendekatan ordinal tentang perilaku konsumen adalah teori pendekatan yang menyatakan bahwa konsumsi barang tidak dapat diukur, melainkan dibuat peringkatnya menurut preferensi.

Pendekatan Ordinal menggunakan kurva indiferensi untuk menjelaskan preferensi konsumen tersebut
Kurva Indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai titik kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan yang sama

Kurva Indiferensi didasarkan pada 4 asumsi, yaitu sebagai berikut :
1. Konsumen mempunyai pola preferensi akan barang-barang konsumsi yang dinyatakan dalam bentuk peta indiferensi (Indifference map)
2. Konsumen mempunyai pendapatan tertentu
3. Konsumen berusaha mendapat kepuasan maksimum dari barang-barang yang dikonsumsinya
4. Kurva Indiferensi yang semakin jauh dari titik nol (origin) menggambarkan kepuasan yang semakin tinggi

 Kurva Indiferensi yang semakin jauh dari titik nol menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi

 Karakteristik atau ciri-ciri umum Kurva Indiferensi adalah sebagai berikut :
1. Kurva Indiferensi memiliki kemiringan yang negatif (negatively-slopped). Dikarenakan jika jumlah suatu barang dikurangi, jumlah barang yang lain harus ditambah agar diperoleh kepuasan yang sama.
2. Kurva Indiferensi tidak saling berpotongan. Perpotongan antara 2 kurva indiferensi tidak mungkin terjadi
3. Cembung terhadap titik nol

Kurva Indiferensi yang terletak semakin jauh dari titik nol menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi

Marginal Rate Of Substitution (MRS) adalah tingkat kemiringan kurva indiferensi. Tanda negatif pada MRS adalah karena kuva indiferensi ber-slope negatif.
 

Mari Belajar Bersama :D Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea