c.
|
Faktor-Faktor Produksi
Sumberdaya Modal
|
||||||||||||||||||
Modal menurut pengertian ekonomi
adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih
lanjut. Misalkan orang membuat jala untuk mencari ikan. Dalam hal ini jala
merupakan barang modal, karena jala merupakan hasil produksi yang digunakan
untuk menghasilkan produk lain (ikan). Di dalam proses produksi, modal dapat
berupa peralatan-peralatan dan bahan-bahan.
|
|||||||||||||||||||
Modal dapat dibedakan menurut:
|
|||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||
d.
|
Sumberdaya Pengusaha
|
||||||||||||||||||
Sumberdaya ini disebut juga
kewirausahaan. Pengusaha berperan mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor
produksi dalam rangka meningkatkan kegunaan barang atau jasa secara efektif
dan efisien.
|
|||||||||||||||||||
Pengusaha berkaitan dengan
managemen. Sebagai pemicu proses produksi, pengusaha perlu memiliki kemampuan
yang dapat diandalkan. Untuk mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor
produksi, pengusaha harus mempunyai kemampuan merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan usaha.
|
|||||||||||||||||||
ijo-ijo
Tampilkan postingan dengan label BAB IX KONSUMEN DAN PROSUSEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAB IX KONSUMEN DAN PROSUSEN. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Juni 2013
Faktor-Faktor Produksi part 2
Categories
BAB IX KONSUMEN DAN PROSUSEN
Faktor-Faktor Produksi part 1
Faktor-Faktor Produksi
Categories
BAB IX KONSUMEN DAN PROSUSEN
Sabtu, 01 Juni 2013
Produksi
Produksi
> Produksi adalah kegiatan menambah faedah (kegunaan) suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan
> Produksi barang adalah kegiatan menambah faedah (kegunaan) suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya, dinamakan produksi barang.
> Produksi jasa adalah kegiatan menambah faedah (kegunaan) suatu benda tanpa mengubah bentuknya
a. Produksi Barang
> Produksi barang dibedakan menjadi :
1. Barang Konsumsi
Barang Konsumsi adalah barang yang siap untuk dikonsumsi
2. Barang Modal
Barang Modal adalah barang yang dipergunakan untuk menghasilkan barang berikutnya
b. Produksi Jasa
> Produksi jasa dibedakan menjadi :
1. Jasa yang langsung dapat memenuhi kebutuhan. Contoh : Film, Perawatan dokter, pengajaran dari seorang guru, atau pergelaran musik, dll.
2. Jasa yang tidak secara langsung memenuhi kebutuhan. Contoh : pengangkutan, pergudangan, perbankan, dll.
2. Tujuan Kegiatan Produksi
> Tujuan kegiatan produksi secara umum adalah memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran
> Bagi pihak produsen, tujuan produksi adalah untuk meningkatkan keuntungan serta menjaga kesinambungan perusahaan
> Bagi pihak konsumen atau masyarakat, tujuan produksi adalah untuk menyediakan berbagai benda pemuas kebutuhan
Categories
BAB IX KONSUMEN DAN PROSUSEN
Hukum Gossen I dan II
Hukum Gossen I dan II
A. Hukum Gossen I (Herman Heinrich Gossen)
Hukum Gossen I : "Jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai batas jenuh
Nilai guna total meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi,
namun tambahan nilai guna marjinal semakin menurun.kadang-kadang Hukum Gossen I disebut juga hukum nilai guna marjinal
yang semakin menurunB. Hukum Gossen II (Herman Heinrich Gossen)
Hukum Gossen II : "Konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marjinal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama
Setelah unit terakhir dari setiap barang yang dikonsumsi mempunyai nilai yang sama, konsumen menghentikan konsumsinya.Kepuasan maksimum yang akan dicapai konsumen secara matematis dapat ditunjukkan dengan persamaan :
Rumus kepuasan mengonsumsi 2 macam barang dengan harga yang berbeda
:
Categories
BAB IX KONSUMEN DAN PROSUSEN
Teori Perilaku Konsumen
Teori Perilaku Konsumen
Utilitas (Utility) adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang, atau dengan kata lain, utilitas adalah ukuran kepuasan yang diterima dari penggunaan atau konsumsi barang dan jasa.Utilitas adalah kata lain dari kepuasan, sering disebut pula sebagai nilai guna.
1. Pendekatan Kardinal (Marginal Utility)
Pendekatan Kardinal adalah tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur/dikuantifikasi dengan satuan tertentu, seperti uang, jumlah, atau buah.
Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi, semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen.
Nilai Guna Total adalah kepuasan total yang dinikmati oleh konsumen dalam mengkonsumsi sejumlah barang/jasa tertentu secara keseluruhan
Nilai Guna Marjinal atau Kepuasan Marjinal adalah tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang dikonsumsinya
2. Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal tentang perilaku konsumen adalah teori pendekatan yang menyatakan bahwa konsumsi barang tidak dapat diukur, melainkan dibuat peringkatnya menurut preferensi.
Pendekatan Ordinal menggunakan kurva indiferensi untuk menjelaskan preferensi konsumen tersebut
Kurva Indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai titik kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan yang sama
Kurva Indiferensi didasarkan pada 4 asumsi, yaitu sebagai berikut :
1. Konsumen mempunyai pola preferensi akan barang-barang konsumsi yang dinyatakan dalam bentuk peta indiferensi (Indifference map)
2. Konsumen mempunyai pendapatan tertentu
3. Konsumen berusaha mendapat kepuasan maksimum dari barang-barang yang dikonsumsinya
4. Kurva Indiferensi yang semakin jauh dari titik nol (origin) menggambarkan kepuasan yang semakin tinggi
Kurva Indiferensi yang semakin jauh dari titik nol menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi
Karakteristik atau ciri-ciri umum Kurva Indiferensi adalah sebagai berikut :
1. Kurva Indiferensi memiliki kemiringan yang negatif (negatively-slopped). Dikarenakan jika jumlah suatu barang dikurangi, jumlah barang yang lain harus ditambah agar diperoleh kepuasan yang sama.
2. Kurva Indiferensi tidak saling berpotongan. Perpotongan antara 2 kurva indiferensi tidak mungkin terjadi
3. Cembung terhadap titik nol
Kurva Indiferensi yang terletak semakin jauh dari titik nol menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi
Marginal Rate Of Substitution (MRS) adalah tingkat kemiringan kurva indiferensi. Tanda negatif pada MRS adalah karena kuva indiferensi ber-slope negatif.
Categories
BAB IX KONSUMEN DAN PROSUSEN
Konsumsi
Konsumsi
> Konsumsi ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda (barang dan jasa) dalam rangka pemenuhan kebutuhan
2. Ciri-ciri dan Pembagian Benda Konsumsi
> Ciri-ciri benda konsumsi adalah sebagai berikut :
a. Benda-benda yang dikonsumsi adalah benda ekonomi atau benda yang untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan
b. Benda yang dikonsumsi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup
c. Manfaat, nilai, ataupun volume benda-benda yang digunakan tersebut akan habis sekaligus atau berangsur-angsur
> Berdasarkan habis tidaknya suatu benda pada saat dikonsumsi, benda konsumsi dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Benda yang habis dalam sekali pemakaian. Contoh : makanan, minuman, dan obat-obatan.
b. Benda yang pemakaiannya berulang-ulang atau pemakaiannya dalam waktu relatif lama. Contoh : baju, sepatu, tas, dll.
3. Tujuan Kegiatan Konsumsi
> Tujuan kegiatan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung
Categories
BAB IX KONSUMEN DAN PROSUSEN
Langganan:
Postingan (Atom)






