Tampilkan postingan dengan label BAB XI HARGA KESETIMBANGAN DAN ELASTISITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAB XI HARGA KESETIMBANGAN DAN ELASTISITAS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2013

Elastisitas Penawaran

Diposting oleh Unknown di 07.40 0 komentar

 

Elastisitas Penawaran

Pengertian

Elastisitas penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa
yang diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut.
Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angkaangka
yang disebut koefisien elastisitas penawaran dengan lambang ES (Elasticity
Supply).
Coba Anda ingat kembali apa arti elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran!

Macam-macam Elastisitas Penawaran

Seperti dalam permintaan, elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi 5 macam,
yaitu: 
                  a.       Penawaran Inelastis Sempurna (E = 0) 
                          Penawaran inelastis sempurna terjadi  bilamana perubahan harga yang terjadi 
                          tidak berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Kurva penawaran sejajar dengan 
                          sumbu  vertikal Y atau P (tingkat harga).

 
b.       Penawaran Inelastis (E < 1)
ü  Penawaran inelastis terjadi jika perubahan harga  kurang berpengaruh pada perubahan
ü  penawaran. Dengan kata lain, jumlah yang ditawarkan relatif tidak sensitif terhadap perubahan harga.
 

c.       Penawaran elastis uniter terjadi ketika perubahan harga  sebanding dengan perubahan jumlah penawaran

 
d.       Penawaran Elastis (E > 1)
Penawaran elastis terjadi jika perubahan  harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar.
e.       Penawaran Elastis Sempurna (E = ~ )
Penawaran elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran  tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu horisontal (X) atau Q (jumlah output yang ditawarkan).  
 

Elastisitas Permintaan

Diposting oleh Unknown di 07.29 0 komentar


Elastisitas Permintaan

 

Pengertian

Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa,
yang diakibatkan adanya perubahan harga barang/jasa tersebut.
Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut, diukur dengan angkaangka
yang disebut Koefisien Elastisitas permintaan yang dilambangkan dengan
huruf ED (Elasticity Demand).

Macam-macam Elastisitas Permintaan

Untuk membedakan elastisitas permintaan digunakan ukuran berdasarkan besar/
kecilnya tingkat koefisien elastisitasnya.
Macam-macam elastisitas permintaan.

  • In Elastis Sempurna (E = 0) 
Permintaan in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi 
tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. Contoh: obat-obatan pada waktu sakit.
  •  In Elastis (E < 1) 
           Permintan in elastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan.
  • Elastis Uniter (E = 1) 
           Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga.
  • Elastis (E > 1) 
           Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga.
  • Elastis Sempurna ( E = ~ )
           Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan
            tidak berpengaruh sama sekali terhadap perubahan harga.

Perhitungan Koefisien Elastisitas Permintaan

Hasil perhitungan koefisien elastisitas permintaan selalu negatif, karena berbanding
terbalik antara harga barang dengan jumlah permintaan.
Beberapa cara untuk menghitung koefisien elastisitas permintaan:


1. Membandingkan antara % perubahan jumlah permintaan dengan % perubahan harga ED = % perubahan jumlah permintaan  % perubahan harga

2. Dengan rumus:
ÄQ  ÄP
ED = :
Q P
ÄQ = perubahan permintaan
ÄP = perubahan harga
P = harga awal
Q = jumlah permintaan awal

3. Dengan rumus:
Q1 - Q P1 - P
ED = :
Q P
Q1 = jumlah permintaan setelah berubah
Q = jumlah permintaan sebelum berubah
P1 = harga setelah berubah
P = harga sebelum berubah

Kesetimbangan Harga

Diposting oleh Unknown di 07.15 0 komentar


KESEIMBANGAN HARGA

  Pengertian

Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat
harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen
atau permintaan.
Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa,
sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga
keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang
disebut Equilibrium Price.

Proses terbentuknya Harga Pasar

Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh fakt
or-faktor yang mempengaruhi permintaan
dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah
permintaan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran
akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan.
Perhatikan tabel berikut dan amati perubahannya.

Penggolongan Pembeli dan Penjual

Pembeli dan penjual dapat digolongkan berdasarkan perbandingan antara harga pasar
dan harga pokok bagi penjual/produsen dan kemampuan membeli bagi konsumen/
pembeli.
Pembeli dan penjual dapat digolongkan:
a. Pembeli super marginal, yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan membeli
di atas harga pasar.
b. Pembeli marginal, yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan sama dengan
harga pasar.
c. Pembeli sub marginal, yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli
di bawah harga pasar.
d. Penjual super marginal, yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga
pokok di bawah harga pasar.
e. Penjual marginal, yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok
sama dengan harga pasar.
f. Penjual sub marginal, yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok
di atas harga pasar.
Dari penggolongan di atas dapat disimpulkan:
a. Terdapat pembeli/penjual yang memperoleh keuntungan.
Pembeli yang memiliki kemampuan membeli lebih tinggi (pembeli super marginal)
mendapatkan premi konsumen.
Penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar (penjual super
marginal) mendapatkan premi produsen.
b. Terdapat pembeli/penjual yang menderita kerugian.
Pembeli sub marginal yang memiliki kemampuan membeli di bawah harga pasar.
Penjual sub marginal yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar.
c. Terdapat pembeli dan penjual yang impas (Break Even Point).
Tidak memperoleh keuntungan dan kerugian karena harga pokok sama dengan harga
pasar serta kemampuan membeli sama dengan harga pasar.
 

Mari Belajar Bersama :D Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea